Faren
>> Kamis, 11 Juni 2009
Setiap pagi ayahnya mengantar Faren ke sekolah TK, lalu meninggalkannya hingga tiba waktu tengah malam sang ayah menjemput Faren di rumah tetangga dalam keadaan tidur. Dalam rentang waktu antara pertemuan Faren dengan ayahnya, Faren menghabiskan waktu di jalanan. Bermain dan bermain. Siang hari, ia menggunakan uang dari ayahnya untuk membeli makanan yang ia mau demi perut laparnya. Sore hari, saat anak-anak komplek kosku dimandikan, dibedaki bak ondel-ondel, lalu disuapi oleh ibu mereka, Faren berkeliaran di jalanan dengan sukacita tanpa siapa-siapa. Menjelang malam ia mampir ke tempat kosku, bergaul dengan orang dewasa. Ia mendapat simpati dari teman-temanku. Makanan dan susu sering ia cicipi, kertas gambar dan spidol warna ia gunakan mengkespresikan sisi senimannya --yg hanya dlm beberapa menit sudah ia tinggalkan. Namun Faren juga seringkali menjadi objek penderita bagi kami; anak-anak kos. Ia sering terlibat dalam kekonyolan cerita kami, yang sepertinya akan mengganggu sisi psikologis kanak2nya. Yet, Faren still santhay.. *krn tdk mengerti. Sampai akhirnya ia tertidur pukul 12 malam dalam posisi sembarangan, dimanapun.
Faren mendapat kebebasan yang tidak terkontrol dan tidak ia sadari. Dalam bahasa ilmiahnya, ia menganut paham liberalolosdaricontrolparent. Ia adalah cermin dari -hampir- gelandangan. Sepertinya Faren memiliki semua dirinya. Ia mengandalikan diri tanpa pernah berkompromi dengan pikirannya. Tubuhnya digerakkan begitu saja oleh -hanya- dirinya. Batinnya minim akan konflik, sehingga ia jarang mengeluh ataupun menangis. Ia tidak perlu berbagi dengan orang lain, ia justru menerima bagian orang lain. Ia tak peduli kemarin atau besok karna ia hanya mengerti saat ini juga. Ia hidup mandiri dan belajar langsung lewat kehidupan nyata. Ia sebenarnya tak perlu bersikap baik, toh tak orang lain yang menuntut itu dari dirinya. Ia anak kecil yang sudah belajar mencari jati diri tanpa harus mengintegrasikan dirinya. Ia adalah makhluk individual yang sempurna.
Kadang aku ingin merasakan ke-aku-an sepenuhnya dalam hidupku, seperti Faren.





