bos bos si bos

>> Rabu, 29 Oktober 2008

Hampir 2 bulan lamanya kubekerja di tempat yang formal dan struktural. Bos --> Bawahan (maksudnya jabatan dibawahnya), atau siapapun diantara 2 jabatan tersebut yang turut meramaikan pasar saham, pasar modal, pasar induk, dan juga pasaraya grande. Aura ke-profesionalitas-an para karyawan sangat terasa pada jam-jam awal bekerja, apalagi jika sang bos turut nimbrung yyu diantara mereka. Ngomong-ngomong soal bos -yang notabene menentukan nasib hidup kita di tempat kerja, ada baiknya kita merenungkan cara2 apa saja yang bisa memikat hati beliau sehingga kredibilitas dan prestasi kita selalu jadi rengking satu.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menyenangkan hati bos dan jajarannya.. cekedaut:

1. Sesuai dengan nama blog ini, bikin surprise bos adalah ide yang cukup mujarab untuk membuat bos kaget, kejang-kejang, lalu epilepsi. Akibat dari ini anda mungkin merupakan pihak yang diuntungkan, atau bahkan dibuntungkan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan cara membuat bos surprise.


2. Menarik perhatian bos (baca; menjilat) adalah hal yang terlalu lumrah di dunia perkantoran. Menarik perhatian bisa dilakukan dengan cara lain diantaranya: berkostum ondel-ondel, mengamen depan ruang bos, bergoyang patah-patah, membuat onar, dan sejenisnya. Alhasil anda lolos masuk audisi “langsung beken”


3. Seperti manusia pada umumnya, pak bos akan senang jika ada seseorang yang memberi sesuatu yang menjadi favoritnya. Tidak usah terlalu berlebihan cukup potongan-potonganl emas, beberapa lembar uang dengan digit 5, atau bahkan persembahan sparepart kendaraan impornya menjamin kebahagyaan bos anda..

4. Cepat tanggap mencirikan anda adalah pekerja yang giat dan cerdas. Langsung bereaksi bila dipanggil bos, dinasehati, disindir, dimarahi, ataupun diinjak2 seperti keset (?!). Reaksi yang ekspresif bisa membangkitkan semangat bos juga lho.. Selamat bereaksi..


5. Loyalitas kepada perusahaan bias dilampiaskan dengan cara senantiasa setia pada bos. Menunggu bos kerja sampai malam sungguh perbuatan yang mulia, apalagi kalo jatah makan malam kita dapatkan disaat menunggu bos.. (curhat colongan)


6. Dilarang chatting saat bekerja.. yang ini syarat yang sedikit berat, jangan sampai tertangkap basah anda sedang ber-chatting ria dengan topik gosip bos kamu-kamu sekalian.

7. Yang paling berat seberat mangkubumi adalah berusaha berbesar hati terhadap keputusan PHK anda……. Krik…. godblessyyyu



Read More.. Read more...

Artinya Sebuah Nama Itu Apa lah? **

>> Kamis, 07 Agustus 2008

Perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan mobil travel telah menambah satu orang temanku lagi. Walaupun usianya tidak lagi muda, dia cukup menguasai topik remaja ranum masa kini. Obrolan pun berlangsung lebih dari 2 jam. Yang janggal disini, kami tidak saling memperkenalkan nama. Hal tersebut agak aneh mengingat keintiman jarak antara kita (yaeyalah namanya juga jok kendaraan umum), luasnya topik pembicaraan, serta lamanya obrolan yang kami lakukan. Nama-nama-nama.. cukup inspiratif.. ;)

Apa mungkin ini arti sebuah nama?

  • Identitas

Sedikit curhat.. waktu saya mengenalkan diri sebagai “Agnes Fransisca” di sebuah acara masa orientasi siswa SMU, sulit bagi saya untuk langsung menanggapi panggilan “Agnes” tsb. Beberapa orang korban yang berhasil saya kelabui menyangka telinga saya bermasalah alias budek. Maklum saja setiap dipanggil “Agnes!” saya tidak menyahut dan malah asyik memandang brondong bujang (akibat jablai, ahihihi)
Identitas saya cukup spesifik: Annisa Solihah, saya tidak terbiasa dengan nama yang lainnya. Apa jadinya kalo banyak orang menggunakan nama yang sangat general seperti: “Pak X”, “Bu Z”, “Mr.ABC” dll.. wah nama kita pasti sama dong..

  • Sensus dan Kelengkapan Administratif

(di suatu kantor catatan sipil)
Petugas : Nama?
Pendaftar: Bagus Tumpakkebo
Petugas : Nama Ayah, Ibu, Kakak/adik?
Pendaftar: Gugum Paculnggopyak, Icih Kenyotirigasi, dan Beti Paceklik..
(dari nama-nama tersebut cukup jelas bahwa pekerjaan dari sebagian besar penduduk Indonesia adalah bertani)

  • Ajang Mempererat Persaudaraan

(masih di kantor catatan sipil)
........................................
Petugas : Wah tampaknya kita bisa bekerja sama!
Pendaftar: Maksud Bapak?
Petugas : Kebetulan nama istri saya Bening Benih Rojolele, lalu kedua anak saya bernama Joni Semprotkutu dan Anti Tandus..
(alhasil merekapun bersahabat selamanya)

  • Ajang Adu Kreatifitas

Dahulu, orang tua sering menamakan anaknya dengan nama Budi, Nina, Agus, Tuti, dan nama lainnya yang cukup laku di pasaran. Sekarang Zaman sudah berubah. Para ibu dan bapak menamakan anaknya Ivanka, Joshua, Freddy, Alice, dan nama-nama bule lainnya. Adapun nama yang lebih meng-Indonesia antara lain Cinta, Kasih, Ananda, dll.
Sebagai informasi, kreatif berlebih mengundang senyum geli orang yang mendengarnya. Nama beberapa orang Belanda Huizen In’t Veld dan Van der Broek terdengar keren di telinga kita. Tapi ternyata artinya adalah Rumah di Lapangan dan Dari Celana. Orang Swedia punya nama Svinhuvud yang artinya kepala babi. Ada pula marga nusantara yang berbunyi: Kalengsusu... Apalah arti sebuah nama.........

  • Pembawa Keberuntungan/Kesialan

Kalau tidak salah, Indonesia memiliki putra bernama Eistein yang berhasil menjuarai olimpiade suatu mata pelajaran eksak. Mungkin dia pintar karena doa orang tuanya yang berharap dia secerdas Eintesin, atau kegigihan dirinya dalam belajar karena mengemban makna dari nama yang begitu berat. Itu semua membawa keberuntungan bagi dirinya. Namun hal yang kontras bisa terjadi ketika nama “Al Amin” Nasution -yang artinya: benar/berbuat kebenaran- masuk daftar nama tersangka korupsi sekaligus perselingkuhan. Nama adalah doa dan harapan.. yang akan terkabul ataupun tidak. Ngomong-ngomong apakah masih ada orang tua sekarang yang menamakan anak mereka Soeharto? Curt Cobain? Polpot? atau Robot Gedek?

Apalah Arti Sebuah Nama (A A S N). Seorang William Shakespeare telah berhasil menyumbangkan suatu kalimat kepasrahan. Orang posmodern mengatakan itu sebagai kematian objek. Orang biasa-biasa bilang, “Ya..tergantung kondisinya..”

Kalo kamu bilang apa??

** Isi tulisan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan suatu nama. Kesamaan nama / tokoh, mohon maaf aja itumah..

Read More.. Read more...

simSALAHbimm..

>> Rabu, 18 Juni 2008

Sudah berminggu-minggu saya habiskan waktu dengan kegiatan yang bukan rutinitas. Namun sampai saat ini saya masih sangat menikmatinya (kecuali kenikmatan dalam mengasilkan uang saku huehuehue :p). Hobi-hobi yang saya lakukan secara absurd justru memberi kesan bahwa saya benar-benar pengangguran yang bingung akan apa bisa dilaku. Karena pertimbangan ketidaktersediaannya barang yang dibutuhkan, biaya, ingatan mainan masa kecil, serta tentunya waktu yang berlebih, maka saya melakukan hal yang imut dan menggemaskan ini.

********************

Pada suatu hari yang cerah, semua keperluan untuk kepentingan kelulusan sudah saya siapkan. Mulai dari ijazah SMU, formulir yudisium, surat-surat penting lain, sampai pas foto sudah tersusun rapi dalam map biru. Bicara tentang foto yang sudah tercetak, saya mendapatkan kabar bahwa ternyata foto yang akan dikumpulkan bukan sembarang foto... tapi foto dengan baju resmi; menggunakan blazer. Yang menjadi berita buruk adalah onggokan pas foto dalam map itu merupakan foto dengan stelan kemeja biasa. Agak kusut dikit gitu deh. Betapa malasnya bila harus difoto ulang dengan menggunakan kostum tersebut. Lagipula saya khawatir pose berikutnya akan lebih memble. uhuhuhu...

Dengan akal bulus yang teman saya bilang akal "KEREatif", saya menyulap foto dengan stelan kemeja putih, menjadi foto dengan stelan blazer mba-mba kantoran. Tidak perlu perlengkapan dan trik yang istimewa dalam proses sulap ini. Hanya butuh foto orang lain memakai blazer, scanner, software photoshop "lasso tool", dan momen pengangguran seperti saya, maka simsalahbim….. jadilah foto yang saya ingikan : pose sama, dengan penghematan tingkat bulu anoa. Hehe, Lumanyun menyenangkan euy..!

"Maaf bagi pihak-pihak yang telah berhasil saya tipu: Bapak tata usaha teknik Jurusan Arsitektur UNPAR, dan rektor yang nantinya akan menandatangani ijazah saya" damai... damai...!

Read More.. Read more...

BBM vs Air

>> Selasa, 03 Juni 2008

Setelah survey ke sekian banyak blog, ternyata eh ternyata cukup banyak blogger yang menulis tentang BBM dan kawan-kawannya. Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM menuai pro dan kontra masyarakat. Respon tersebut terjadi karena keheterogenan latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan latar belakang lain yang toh ujung-ujungnya duit juga..$$$.. Duit memang erat kaitannya dengan faktor ekonomi. Namun dalam hal kenaikkan BBM, ekonomi sepertinya bukan satu-satunya faktor yang mengakibatkan suasana kritis ini. Faktor politik, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan pun merupakan semesta dari irisan BBM dan duit. Uhh yeah....

"Dirayu Madu Energi Biru" adalah judul dari laporan utama majalah berita mingguan Tempo edisi minggu pertama Juni 2008. Bagi saya -ditinjau dari sisi kepribadian lain yang sangat tidak intelek- judul itu memikat hati karena ada kata yang biasa digunakan pada headline tabloid-tabloid gosip........ehm....... BACK TO THE TOPIC, ilmu pengetahuan yang saya sebutkan di atas memang merupakan salah satu faktor sebab-akibat kenaikan BBM. Energi bahan bakar alternatif yang disebutkan pada laporan tersebut adalah air (H2O). Konon kabarnya, air bisa dijadikan sebaga pengganti minyak bumi, sehingga kita tak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli premium, solar, avtur, minyak tanah, karena semuanya dapat dikonversi dengan hidropremium, hidrodiesel, hidroavtur (punya pesawat ya mba?), hidrokerosin, yang tentunya Insyaallah lebih murahhh...


Kok bisa air bisa bekerja sebagai bahan bakar?
Apa benar lebih murah?

Dua pertanyaan dalam benak saya terjawab sudah pada artikel ini. Air bisa saja bekerja sebagai bahan bakar, karena air terdiri atas molekul hidrogen yang merupakan bahan dasar penyusun bahan bakar (hidrokarbon). Untuk menjadikan air sebagai bahan bakar tentunya harus melalui proses yang tidak singkat. H2O harus diurai menjadi hidrogen dan oksigen lewat suatu tahap elektrolisa plus ditambahkannya katalis untuk mempercepat reaksi. Setelah hidrogen diperoleh, selanjutnya para peneliti berburu energi karbon untuk dikawinkan kepada hidrogen. Namun sebelumnya, karbon tersebut harus diubah menjadi karbon tak jenuh rantai panjang agar perkawinan dengan hidorgen tak pernah mengalami titik jenuh. Setelah semuanya terjadi, barulah kita mendapatkan senyawa hidorkarbon yang nantinya akan diproses menjadi bahan bakar.

Kalau melihat proses diatas, sepertinya ongkos yang dikeluarkan tidak sedikit. Tahap elektrolisa membutuhkan listrik, listrik yang digunakan membutuhkan bahan bakar. Setelah itu, perburuan karbon untuk digabungkan bersama hidrogen membutuhkan batubara, alga, karbon bebas, yang toh merupakan penyusun bahan bakar juga. Proses yang diceritakan secara singkat dan terkesan rahasia oleh sang ahli masih menimbulkan keraguan pada masyarakat dan pemerintah. Kesimpulannya pertanyaan kedua ini, mungkin, belum bisa lebih murah. Kalaupun mahal, mudah-mudahan modal pertamanya saja yang mahal, setelah itu pasti bisa lebih murah bukan?...

Tetap berjuang para peneliti cerdas Indonesia! we proud of you.. :)


Read More.. Read more...

Cek Semangat Nasionalisme

>> Kamis, 15 Mei 2008

Kebangkitan Nasional, dua kata ini seringkali berhenti begitu saja tanpa ada yang mengetahui sejarah dan makna dibalik kejadian tersebut. Selebihnya, cukup sampai dengan isu semangat nasionalisme saja sebagai tambahan satu kata. Saat ini, muda mudi - aki nini tengah dihangatkan dengan isu seabad kebangkitan nasional. Seabad berarti 2008 - 100 = 1908. Nahhh.. tepat di tahun 1908 tanggal 20 mei, jam 9 pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, beberapa mahasiswa yang bernama Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman (ejaan "oe" is in d'house yow), tengah asyik kongkow-kongkow sambil membicarakan nasib bangsa yang selalu dianggap bodoh dan tidak bermatabat oleh bangsa lain (Belanda), mereka berdiskusi mengenai cara memperbaiki keadaan yang sangat tidak adil itu. Obrolan-obrolan "ringan" itulah yang melatarbelakangi gerakan-gerakan nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Flashback ke periode sebelum kebangkitan nasional, dua tokoh bernama Pieter Brooshooft dan C.Van Deventer berhasil membuka sedikit mata pemerintahan kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para pribumi yang terbelakang. Dua bapak yang sama-sama memiliki kumis baplank ini dikenal karena berhasil mensosialisasikan apa yang dinamakan dengan politik etis, sebuah politik balas budi dari pihak kolonial kepada pribumi dengan cara memperhatikan nasib pribumi tersebut. Eitttt jangan lupa, politik etis sendiri merupakan gagasan dari Ratu Wilhelmina yang rupawati dan menawati (waktu mudanya). Beliau menegaskan kebijakan politik etis pada kesempatan pidato pembukaan parleman Belanda, yang akhirnya terangkum pada program Trias Politika. ada yang tahu isinya?


Hak kebebasan (kebebasan yang wajar tentunya), kemerdekaan, keadilan bagi warga negara Indonesia dengan susah payah diperjuangkan oleh tokoh-tokoh yang tentunya tidak saya hafal nama-namanya. Sebagai selingan, Eduard Dowes Dekker alias Multatuli, merupakan salah satu contoh tokoh yang berhasil menceritakan kondisi kehidupan tanam paksa lewat buku kondangnnya, Max Havelaar. Berkat karyanya tersebut, banyak tokoh yang terisnpirasi untuk bangkit dari keterpurukan kolonialisme.

Betapa banyak orang-orang yang memperjuangkan hak asasi manusia, baik itu warga negara asing maupun warga negara Indonesia sendiri. Sangat banyak orang yang menggaungkan semangat nasionalisme. Resapi makna dari sejarah dan usaha tokoh-tokoh di dalam momen kebangkitan nasional, niscaya rasa Nasionalisme sesungguhnya akan bertambah walau pelan tapi pasti. (Nisa, 3:51WIB).

shout SEMANGAT!!! instead of CHAiYOOO!! (*nasionalisme :p)


Read More.. Read more...

Masih Adakah Bibrax?

>> Jumat, 02 Mei 2008

Nada dering hp memanggilku untuk mengecek siapa gerangan yang menelpon disaat saya memang ingin ditelpon?? jawaban dari layar hp menyuratkan "Bu Harastoeti". Owh dosen pembimbing skripsiku ternyata... Perasaan dan harapanku saat itu mengatakan beliau bersedia untuk me-review detail draft final skripsiku --yang telah kubuat dengan cinta dan pengorbanan, dengan harap dan keputusasaan (maksutt??)-- namun sekaligus perasaan waswas, jangan-jangan bundel tulisanku itu dianulir karena ke-sok-tauan ku dalam menganalisis bangunan konservasi.

"Nisa dimana?", Bu Harastoeti membuka omongan dengan nada dasar do=fis.
"Masih di kampus bu" jawabku sambil menjauh dari kehirukpikukan pertarungan gosip teman-temanku ;p
"Nisa ke ruang ibu sebentar yah" nada manisnya agak melegakanku.

Surprise punya surprise, ternyata Bu Harastoeti menyuruhku untuk membaca sepucuk email* dari rekannya. Di dalamnya tertulis:

From: O. de Wiljes
To: francda@bdg.centrin.net.id
Cc: gestion@wilmont.net ; Wiljes, Mme C. de
Sent: Monday, April 28, 2008 3:18 AM
Subject: memeberikan foto

Saudara yang ter hormat...sesuda pelayaran ke Jawa Juli 2007 dengan keluarga saja menulis kronik dalam Bahasa Belanda disini memesukan. Buat versi Bahasa Prantjies saya mencari foto di rumah 'Bibrax', Jl Setiabudi kira-kira km 8, 2km kiri di atas di Isola. Ini rumah membuat dari paman saya. Keluarga De Bièvre tingal didalam 1948-50 memberi namanya 'Bibrax' (Bahasa Latin buat 'bièvre/bever). Arsitektur ini rumah menyerupai rumah disini (rumah An Eng Kan, Bandung) :


Mencari juga foto dari gedung kota baru (gedung kabupaten?) di Surabaya 15 (?) lantai di bawah di Tunjugan, bagus betul.
Cukup ini !
Selamat malam,
O. de Wiljes
Paris/Loir-et-Cher
France

*email langsung di copy paste, dari laptop Bu Tuti - Flashdisk saya - Laptop saya

Adalah seorang Belanda yang mempunyai rasa keingintahuan dan kepedulian atas benda cagar budaya milik bangsa LAIN. (baca: Indonesia, Bandung). Pada benakku saat itu muncul 4 (empat) kekaguman:
  1. Beliau berhasil menyusun paragraf dengan bahasa Indonesia. Walaupun masih terlihat kata2 dengan edjaan djaman doeloe, pola kalimat yang agak absurd, dan waktu penyusunan surat elektronik yang terbilang lama; Juli 2007 - Mei 2008, hehe, anyway salut untuk usahanya!
  2. Beliau sangat peduli terhadap bangunan warisan "bersejarah". Hal ini membuatku agak sedikit minder. Bangunan warisan bersejarah yang kini menjadi perhatianku mungkinkah hanya sesaat? hanya keperluan akademikku? kalo gitu, apa ini yang dinamakan dengan "Habis manis sepah di................. telen aja siy kalo gueh mah"
  3. (baca no2 sekali lagi), dan letak bangunan tersebut bukan di negaranya. Sungguh kukagum...
  4. Beliau berhasil membuatku kagum akan dirinya.
Mungkin ini merupakan keironisan sugro bilamana orang-orang asli Bandung banyak yang tidak mengetahui bangunan tersebut. Dan mungkin inilah keironisan qubro bilamana bangunan yang beliau maksudkan sudah digantikan dengan bangunan lain, yang menghapus jejak si Bibrax tersebut. Sebagai informasi untuk khalayak pembaca blog, ditinjau dari sisi umur dan gaya arsitektur, bangunan tersebut sudah memenuhi keriteria bangunan yang wajib dilestarikan. Bila benda ini hilang, maka, hukum berbicara.. (mujah-mujahan hukum yang mengatul hal ini bica bicala secala lancal..)

Sebagai referensi dan intermeso, coba kita perhatikan bangunan de Vries (samping Hotel Homann / persimpangan Braga - Asia Afrika). Bangunan yang akhirnya mengalami perbaikan ini terlihat lebih indah. Lebih romantis.. walaupun (pasti ada walaupun) toh yang mengalami perbaikan hanya dinding luarnya saja.. kalo dianalogikan secara medis mah, inilah yang dinamakan facelift. muka Dian Sastro, tapi umur setara alm Soeharto. dinding luar bangunan dipermak ulang, tapi ruang dalam jadi sarang kunang2 (ehm maksa)...

Kembali ke topik utama, pesan Bu Harastoeti adalah memohon kepada si peduli yang menemukan bangunan untuk menginformasikan keberadaan dan kondisi bangunan ini.. hehe.. ("laksanakan bu!"). Mudah-mudahan nilai moral yang terkandung dalam postingan ini bisa membuka pikiran kita semua akan pentingnya kelestarian bangunan cagar budaya yang merupakan aset kota yang penting..


---"Kota tanpa bangunan lamanya, bagaikan manusia tanpa ingatan" (Eko Budihardjo) ---


Read More.. Read more...

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP